Senin, 01 Oktober 2012

3 puisi untuk 1 perempuan


CINTA YANG TAK PERNAH MEMANGGIL KITA KEKASIH
-- ladies company 


Tak ingin kehilangan separuh malam kita, kamar pun tetap terjaga
Bangun, meski  tahu tak ada yang bisa kita temukan selain mimpi
Engkau dan aku tidak tahu tentang realita, namun sangat mengerti
tentang penderitaan dan kebahagiaan yang ada didalamnya.

Sebab itu engkau dan aku tak mencari sesuatu yang lain. Ah, kita
hanya pasangan yang ragu, lengkap dengan hati yang pelit rasa
percaya. Namun, kita lebih memilih berpelukan mesti dengan mata
terpejam, dari pada tidur saling memunggungi.

Engkau dan aku sepenuhnya sadar; Romansa, terlalu muluk bagi
kita. Seperti lincah gerak seorang anak dalam sebuah permainan
kucingkucingan, harapan itu lekas menghindar, sebelum kau dan
aku mencoba untuk menangkapnya.

Maka, setubuhi saja asmara yang memerah oleh berahi kita sendiri,
lalu segera saling melupakan dan dilupakan. Hingga pagi menjelang,
selimut diranjang kusut itu harus dibersihkan, oleh cinta yang tidak
pernah memanggil kita kekasih.



Bandung, 2011





Cinta hanya sebuah kesedihan
--ladies company


Dimeja teras kosan itu, kita hidangkan drama untuk insan yang
merasa tak pantas merasakan indahnya saling mencintai dan
dicintai. Tak ada sekenario yang membahagiaakan disana, sebab
sekuel- sekuel adegan yang kita perankan sesuai arahan hati
yang ragu.

Kita yang sudah lama duduk disana, sepenuhnya mengerti;
Selamat datang dan sampai jumpa akan slalu terucap dalam
sebuah hubungan. Dua kata itu memastikan tak ada cerita
cinta yang berakhir bahagia.

Engkau dan aku hanya diam, mulut berada dalam kebisuan
yang sepenuhnya kedap kata - kata. Kita tak punya suara,
sejak bermula dusta menghuni sebuah puisi tentang cinta.
Sungguh, betapa indah untuk didengar, tapi tidak saat dijalani.

Siapa bilang cinta itu indah? mereka yang mengatakanya
adalah pembohong. Kita meyakini itu, dari lenguhan malam
tempat para kekasih membeberkan rahasia hati tentang
perasaanya.

Kita ingin bersulang pada mereka yang memberi tempat
istimewa untuk cinta. Jangan bilang “ tak usah repot”
ketika kita tengah menuangkan arak digelas. Tenggak saja,
telan bersama basa basi itu.




Bandung, 2011



SETELAH ENGKAU PERGI
--ladies company


Dimeja teras kosan yang membeku seusai hujan petang itu,
rindu singgah dengan kopi dan sepi yang keduanya sama pahit.
Engkau yang telah lama pergi, kemana sesungguhnya berlalu?

Tanpamu, hidup memang tak menjadi gersang,
tapi subur untuk ditumbuhi kesedihan.


*

Udara semakin gigil, ujungujung jemariku mengerut.
duh, genggaman hangat yang dulu pernah ada,
kini hanya sebuah hayalan yang menyenangkan saja.

Kembalilah! Disisiku adalah tempatmu.
Aku benci cinta ini hanya menjadi milikku


*

Kau yang tak bisa dilupakan. Aku slalu mengenangmu
sambil minum kopi, dan tak akan ada seduhan untuk
cangkir terakhir.


Benar! Jika ingin hidup hari ini, maka harus bisa
mengiklaskan hari kemarin. Sayang, itu tak mudah
sebab tanpamu, hari esok tidak lagi akan menjadi
sebuah harapan.

Bandung, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar