Senin, 01 Oktober 2012

tentang terang setelah gelap bukan terang sebelum gelap


Pada sepi, aku bosan. Dalam ruang dan waktu,
suara suara dikejauhan dan cahaya susut redup itu,
seperti warna asmara dalam rindu seorang kekasih

hanya rembulan hampir subuh, yang dekat dari lambaian
aku menatapnya, melalui kaca jendela dan anganangan
seperti mimpi, dan aku hanya sekelebat bayang kenyataan

aku ingin bingar, ingin berteriak memekak dan terlelap
bersama dunia yang terus berputar, hingga malam  berkisah
tentang terang setelah gelap, bukan terang sebelum gelap


Bandung, mei 2011



Tidak ada komentar:

Posting Komentar