Senin, 01 Oktober 2012

KALIMAT YANG TERSELIP DILIPATAN-LIPATAN BUKU JURNALKU DULU, SEKARANG TELAH MENJADI PUISI


Kenangan;

SERAPAH YANG KAU SAMPAIKAN  MELALUI
SOROT MATAMU YANG PENUH CURIGA
--ladies company


LAYLA, jauh kedalam sorot matamu, ada sebentuk terkaan
yang tak terucap;

pujangga, yang mengepul dikepalamu adalah asap dari
sesisa pembakaran yang hanya meninggalkan arang.
apa yang engkau pahami tentang cinta?

aku menganggap puisimu hanya sebagai hiburan ringan,
sebab lidahmu hanya tahu cara berciuman. seperti lawakan
yang dibumbui humor banci dan latah, aku tertawa sambil
bilang’ amitamit’.

berhenti membuatku terkesan dengan rayuan itu! setelah
telanjang, aku akan segera tahu bahwa engkau hanyalah
malaikat palsu.



( sesungguhnya, jika aku tak mampu menjauhkan tangis di
matamu itu, maka aku akan slalu siap untuk menyekanya
sebelum bergelinang membasahi pipi dan dadamu. )


PUISI INI TERLAHIR DARI KALIMAT;

Aku tak bisa memaksamu untuk percaya padaku. Tapi,
jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat, cobalah
untuk mengenalku lebih jauh! Matamu tak cukup lebar
untuk melihat cinta, menatap semua yang ada padanya
harus dengan kebijaksanaan.
(Jurnalku,Bandung, 2005-2006)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar